Monday, April 25, 2016

Soya-Soya in Culturenite

Soya-Soya in Culturenite Brawijaya EduPark Ngalam

Tarian soya-soya adalah tarian menggambarkan bentuk perlawanan penjajah dibumi moloku kie raha. Tarian soya-soya, biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu dan acara lainnya. Jsejarahnya tarian ini merupakan tarian perang atau lebih tepatnya tarian ini dilakukan oleh masyarakat ternate untuk menjemput jenazah sultan khairun (sultan ternate ke-23) yang dibunuh oleh belanda pada waktu itu.


Minggu, 24 April 2016, Ikatan Pelajar Mahasiswa Maluku Utara Malang (IPMA-MUM) turut berpartisipasi dalam “culturenite” atau acara festival budaya nusantara yang diselenggarakan oleh kawan-kawan HMI Fisip Umm bertempat di gedung brawijaya edupark malang. Pada pementasan kali ini kami menampilkan tarian soya-soya, salah satu tarian kebanggaan maluku utara.
Pada pementasan tarian soya-soya  kali ini, kami menampilkan 5 orang penari yaitu, Migo, (kapita/pemimpin), Mubarak, Kardawi, Baban dan Dedi. Sebelum tarian ini ditampilkan kami membacakan dulu sinopsi dan puisi dari tarian soya-soya yang dibacakan oleh Abbas. hal ini bertujuan untuk membakar semangat kepada para penari sehingga bisa lebih menjiwai tarian tersebut dan untuk memberi kesan pada para penonton tentang makna dari tarian soya-soya.
Setelah selesai sinopsis dan puisi dibacakan, kerasnya pukulan tifa dan suara kapita/pemimpin menggelegar panggung menandakan tarian soya-soya telah dimulai. Riuh riang serta tepuk tangan dari para penonton pun menambah meriahnya tarian soya-soya.meskipun masih banyak kesalahan yang ditampilkan namun kami tetap bangga, karena bisa menampilkan dan memperkenalkan kepda masyarakat malang tentang budaya kami berupa tarian soya-soya

Semoga dengan penampilan kami malam ini, budaya dan adat kami dari maluku utara bisa dikenal dan dikenang oleh banyak orang. Terima Kasih juga kami sampaikan  kepada kawan-kawan HMI Fisip UMM, karena telah memberikan tempat untuk menjadi duta Maluku Utara. Harapan kami semua semoga tarian ini tetap dilestarikan, sehingga generasi-generasi mendatang dapat menyaksikan tarian tersebut. Salam Mari Moi Ngone Futuru, Jaya IPMA-MUM, Jaya Indonesia



Share:

Friday, April 22, 2016

CORETAN FILSAFAT

CORETAN FILSAFAT


Satu kata yang banyak di salah artikan oleh banyak orang saat ini, ketika mendengar kata filsafat orang akan berpikikir tentang ilmu yang terlalu tinggi, atau pun ilmu yang bisa menyesatkan. Sebenarnya kesalahan berpikir yang demikian terjadi karena kesalahan penafsiran dalam membaca atau mengkaji filsafat tidak secara komprehensif. 

Disini saya tidak akan coba mengajarkan tentang filsafat, tetapi mengajak kita semua untuk berfilsafat. Karena pada dasarnya, seperti yang kita ketahui bahwa manusia adalah “homo sapiens”  atau mahluk yang berpikir/akal. Hal ini berarti sepanjang sejarah perjalanan manusia, manusia selalu menggunakan akal/pikirannya untuk mencari tahu apa terjadi dengan dirinya dan apa yang terjadi diluar dirinya. Dengan pikiranlah manusia memulai peradabannya dari zaman batu menuju zaman millennium sekarang ini. Sejak zaman purba kala manusia selalu mencoba menguak tabir yang ada disekelilingnya, manusia selalu tidak puas dengan apa yang dia dapatkan ataupun yang dapat diketahuinya. Karena rasa penasaran inilah sehingga lahir pertanyaan-pertanyaan mendasar, seperti siapa aku ? dari mana asalku ? apakah ada kehidupan setelah kematian ku ? inilah pertanyaan-pertanyaan yang akan membawa manusia menuju peradabanya.

Filsafat jika kita coba mengkaji secara etimologi filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philos yang artinya cinta dan shopia yang artinya kebijaksanaan, jadi kata asal kata tersebut kita bisa berasumsi bahwa filsafat adalah cinta akan kebijaksanaan. Sebenarnya, tidak ada satu pun definisi yang pasti mengenai filsafat, hal ini dikarenakan lahan kajian filsafat yang terlalu luas, atau pun melampaui batas-batas yang dicapai oleh ilmu pengetahuan yang hanya berlandaskan pada bukti-bukti empiris saja.

Dalam mempelajari filsafat ada dua cara yang biasa di pakai yaitu secara historis dan metodologis. Jika menggunakan pendekatan historis kita memulai filsafat dari akar sejarahnya, yaitu zaman yunani kuno-sampai postmodernisme. Sedangkan jika menggunakan pendekatan metodologis, kita bisa memulai dengan mengunakan pertanyaan-pertanyaan mendasar filsafat seperti, siapa saya ? dari mana saya berasal ? dan pertanyaan-pertanyaan mendasar lainnya.

Didalam filsafat tidaklah mempersoalkan jawaban-jawaban apa yang nanti akan didapatkan oleh manusia, melainkan apa yang “ada” ataupun apa “hakikat” dari “sesuatu itu”. Apakah “sesuatu itu” mempunyai “eksistensi” dan lain sebagainya. Maka dari itu dalam mempelajari filsafat kita harus mempersoalkan cara-cara atau metode-metode yang dipakai dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hal ini lah yang membuat banyak orang beranggapan filsafat hanya akan membawa seseorang kepada kesesatan berpikir karena pendekatan yang digunakan kemungkinan keliru.

Dizaman modern ini manusia sudah tidak merenungi hal-hal mendasar dalam kehidupannya, manusia telah terbuai dengan pekerjaan-pekerjaannya dengan kesenangan-kesenangannya, sibuk dengan urusan-urusannya sendiri sehingga ia pun lupa untuk apa sebenarnya ia diciptakan, apa makna sebenarnya dalam hidupnya. filsafat tidak mengajarkanmu bagaimana cara menjalani hidupmu tetapi filsafat mengajarimu apa sebenarnya arti cinta dan kebijaksanaan dalam hidup. Inilah yang dimaksud dengan cinta akan kebijaksanaan, bahwa manusia yang menjalani hidupnya dengan penuh cinta terhadap sesama, manusia yang menggunakan kebijaksanaannya dalam menjalani hidupnya lah yang di maksud oleh filsafat.

Semoga dengan adanya tulisan ini kita coba membuka pikiran kita sejenak untuk kembali merenungi kembali hal-hal mendasar dalam kehidupan kita dengan penuh kebijaksanaan dan cinta kasih. Terakhir dari saya mengutip kalimatnya seorang filsuf Yunani “Saya tidak dapat mengajar apapun ke siapapun. Saya hanya bisa membuat mereka berpikir”

Share:

Thursday, April 21, 2016

Senja






Senja





Senja adalah waktu diantara siang dan malam,

Senja disaat lampu-lampu kota siap untuk dinyalakan,

Senja waktunya para petani bersiap-siap untuk melepaskan rasa lelahnya setelah seharian diladang.

Disaat Adzan akan dikumandangkan.

Senja,

Aku melihat Senja dari sudut pandang yang berbeda

Senja adalah tangisan pertama dalam hidupku

Senja adalah kebahagian Ayah dan Ibu

Karena Senja adalah lahirku…

Kini diwaktu Senja kuberharap sejuta Inspirasi menghampirku….


( Zulkifli Djaini )
Share:

Wednesday, April 20, 2016

Refleksi Hari Kartini

Memang benar apa yang di katakan Dian Satrowardoyo, Bahwa perempuan meskipun dia akan menjadi seorang ibu rumah tangga ataupun seorang wanita karir, wanita harus tetap menempuh ataupun mendapatkan pendidikan yang tinggi, karena wanita adalah mesin produksi pemimpin-pemimpin terbaik, lewat wanita lah lahirlah khalifa-khalifa terbaik dimuka bumi, sebut saja,Ibunda Siti Aminah yang melahirkan sang revolusioner sejati, baginda Muhhammad SAW, Ibunda Maryam melahirkan Nabi Isa A.s dan dan Ida Ayu Nyoman Rai yang melahirkan sang oratur ulung Ir. Soekarno. tentunya banyak sekali wanita yang melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik.
Melalui momentum hari R.A Kartini, haruslah wanita harus merefleksikan kembali, bahwa wanita juga punya peran yang penting dalam kehidupan umat manusia, dari wanitalah manusia bisa mengenal dunia, kalau meminjam baasannya R.A kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang". Maka lewat momentum ini saya berharap wanita bisa mengambil perannya sebagai manusia yang mempunyai potensi yang sama dengan kaum bapak. wanita juga dibekali dengan akal dan pikiran yang sama dengan laki-laki. jadi lah wanita-wanita yang cerdas, wanita-wanita yang tangguh. karena dengan bekal itulah generasi-genarasi berikutnya akan menjadi genarasi emas bagi nusa dan bangsa indonesia. Salam, Kaum MAMA
Share:

Tuesday, April 19, 2016

PALSU

PALSU

Ini adalah jalanan bagi jiwa-jiwa yang sesat,.. 

Di sini senyum tidak sesuai dengan tatapan mata. 

Topeng dipakai utk menutupi kebohongan,.. 

Begitu meriah di setiap sudut, 

walau begitu hanya kesepian yang ada
Share:

DOLABOLOLO

DOLABOLOLO SASTRA LISAN TERNATE

Dola Bololo atau Dorobololo adalah sepotong ungkapan yang terdiri dari dua bait, pernyataan perasaan dan pendapat seseorang dalam bentuk sindiran dan tamsilan, merupakan ciri kebijakan seseorang dalam masyarakat untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya melalui peribahasa kepada seseorang atau temannya agar kawannya dapat memahami dan menanggapi maksud serta tidak merasa tersinggung dengan kehalusan tutur bahasa sindiran yang kita gunakan.
Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Dola Balolo lebih berkesan, berbahasa halus dan sopan, sindiran tak langsung serta mudah dihayati, dipahami maksud dan pendapat seseorang. Dola Balolo disampaikan kebanyakan melalui percakapan antara dua orang atau lebih, di mana saja tempat dan waktu bila bertemu terutama dalam memberikan nasihat dan wejangan / ceramah.

Contoh : Transkripsi Dola Balolo

Fala to mataka-taka
Dego-dego to ruraka
Terjemahan :
Rumah yang aku tak biasa
Ku malu menduduki kursinya
Hau fo ma tai pasi
Moro-moro fo maku ise
Terjemahan :
Memancing ikan di tempat berbeda
Suara dendangan saling mendengar
Sagadi no ngolo-ngolo
Bara lou maginyau
Terjemahan :
Bercerai berai dalam usaha
Bersepakat dengan nasihat moyang
Fira mo si saya gam
Adat yo ma hisa hira
Terjemahan :
Gadis ialah kembang negeri
Adanya abang pagar pelindung
Fira mina mi gogola
Ma rorano hira i nyinga
Terjemahan :
Sakitnya si gadis itu
Kasih si abang saja obatnya
Dara to lefo mapila
Soro gudu to nonako
Terjemahan :
Burung merpati kusayat sayapnya
Terbang jauh pasti ku kenali
Gudu moju si to suba
Rijou si to nonako
Terjemahan :
Masih jauh sudah ku sembah
Bagindaku yang sudah kukenali
Loleo igo ma ake
Kore koa yo i dahe
Terjemahan :
Tergenang bagaikan air dalam kelapa
Angin apa bisa menembusinya
Share: