Soya-Soya in Culturenite Brawijaya EduPark Ngalam
Tarian soya-soya
adalah tarian menggambarkan bentuk perlawanan penjajah dibumi moloku kie raha. Tarian soya-soya, biasanya ditampilkan untuk
menyambut tamu dan acara lainnya. Jsejarahnya tarian ini merupakan tarian
perang atau lebih tepatnya tarian ini dilakukan oleh masyarakat ternate untuk
menjemput jenazah sultan khairun (sultan ternate ke-23) yang dibunuh oleh
belanda pada waktu itu.
Minggu, 24 April 2016, Ikatan Pelajar Mahasiswa Maluku Utara Malang (IPMA-MUM) turut berpartisipasi dalam “culturenite” atau acara festival budaya nusantara yang diselenggarakan oleh kawan-kawan HMI Fisip Umm bertempat di gedung brawijaya edupark malang. Pada pementasan kali ini kami menampilkan tarian soya-soya, salah satu tarian kebanggaan maluku utara.
Pada pementasan tarian soya-soya kali ini, kami menampilkan 5 orang penari yaitu, Migo, (kapita/pemimpin), Mubarak, Kardawi, Baban dan Dedi. Sebelum tarian ini ditampilkan kami membacakan dulu sinopsi dan puisi dari tarian soya-soya yang dibacakan oleh Abbas. hal ini bertujuan untuk membakar semangat kepada para penari sehingga bisa lebih menjiwai tarian tersebut dan untuk memberi kesan pada para penonton tentang makna dari tarian soya-soya.
Setelah selesai sinopsis dan puisi dibacakan, kerasnya pukulan tifa dan suara kapita/pemimpin menggelegar panggung menandakan tarian soya-soya telah dimulai. Riuh riang serta tepuk tangan dari para penonton pun menambah meriahnya tarian soya-soya.meskipun masih banyak kesalahan yang ditampilkan namun kami tetap bangga, karena bisa menampilkan dan memperkenalkan kepda masyarakat malang tentang budaya kami berupa tarian soya-soya
Semoga dengan penampilan kami malam ini, budaya dan adat kami dari maluku utara bisa dikenal dan dikenang oleh banyak orang. Terima Kasih juga kami sampaikan kepada kawan-kawan HMI Fisip UMM, karena telah memberikan tempat untuk menjadi duta Maluku Utara. Harapan kami semua semoga tarian ini tetap dilestarikan, sehingga generasi-generasi mendatang dapat menyaksikan tarian tersebut. Salam Mari Moi Ngone Futuru, Jaya IPMA-MUM, Jaya Indonesia
0 comments:
Post a Comment